Rules of Epidemics: The Next Big Things
Wednesday, 01 October 2008 08:16

Sesuatu yang besar selalu dimulai dengan sesuatu yang kecil. Orang yang setia dalam perkara kecil baru bisa setia dalam perkara besar. Perjalanan panjang sebuah sukses yang besar dimulai dari sebuah langkah pertama yang relatif kecil. Itulah kira-kira beberapa kalimat yang mungkin tidak asing lagi di telinga Anda. Terdengar klise, tetapi begitulah kenyataannya. Lalu bagaimana sesungguhnya hal-hal kecil tadi berperan?

Malcolm Gladwell dalam bukunya Tipping Point memaparkan hasil penelitian tentang bagaimana hal-hal kecil berhasil membuat perubahan besar. Berangkat dari pemikiran sederhana bahwa seorang yang menderita flu dapat menyebabkan epidemi, Malcolm Gladwell mengangkat beberapa fakta yang mengukuhkan bahwa sebuah ide, perilaku, pesan dapat juga berkembang dan meluas layaknya sebuah epidemi. Dengan pendekatan Three Rules of Epidemics yang meliputi Law of The Few, Stickiness Factor dan Power of Context, perubahan besar seakan digambarkan sebagai sesuatu yang kecil.

Law of The Few menjelaskan bahwa bila kita melihat lebih dekat lagi kepada orang-orang yang berada dalam kehidupan kita, ada orang-orang tertentu yang yang tanpa kita sadari memiliki kualitas diri sebagai Connectors, Mavens dan Salesmen. Seorang Connector misalnya berpotensi besar menjadi penyebar dari sebuah virus ide, gagasan atau informasi kepada orang lain. Anda mungkin pernah mengalami hal berikut. Ketika Anda berkenalan dengan seseorang yang baru dan ketika pembicaraan mulai berlanjut lebih jauh, akhirnya Anda menemukan kenyataan bahwa orang tersebut adalah teman saudara Anda, saudara teman Anda, teman dari teman Anda atau saudara jauh Anda dan kemudian Anda akan mengatakan “Ternyata dunia ini sempit.” Ini mungkin sebuah contoh dari small-world problem yang menjadi relevan dengan konsep Six Degrees of Separation oleh Stanley Milgram. Konsep tersebut mengungkapkan bahwa setiap orang akan terhubung dengan orang lainnya paling jauh 6 langkah. Sedangkan seorang Maven adalah seorang yang memiliki banyak pengetahuan (a knowlegeable person) karena kecintaannya untuk mengakses banyak informasi pada setiap kesempatan. Ada beberapa orang dalam hidup kita yang kita pandang pandai, mungkin rekan yang kita yakini memiliki banyak informasi tentang hal tertentu sehingga tidak jarang kita menjadikannya referensi bila ingin bertanya. Yang terakhir pada bagian ini adalah seorang Salesman yang sudah tentu seseorang dengan kemampuan persuasif yang tinggi sehingga dapat meyakinkan orang lain tentang ide atau gagasannya. Ketiga karakter ini berpotensi besar dalam epidemi sebuah perubahan besar. Dapatkah Anda mengidentifikasi orang-orang tersebut di lingkungan Anda?

Stickiness Factor
seakan mengajak kita untuk memikirkan kembali apakah hal-hal yang sudah atau akan kita lakukan memiliki daya lekat di benak atau pikiran orang lain.Untuk menjadikan hal tersebut sebuah kenyataan, kreativitas dan pemahaman yang holistik terhadap keinginan orang lain menjadi sebuah prasyarat mutlak. Agaknya hal ini senada dengan ide menjadi stand out of the crowd yaitu bagaimana Anda memastikan bahwa fokus dapat beralih ke Anda meski secara bersamaan ada pilihan lain dan Anda atau ide Anda tetap diingat terus oleh orang lain. Faktor inilah yang menjadi tantangan bagi dunia pemasaran khususnya karena perusahaan saling berlomba untuk memenangkan tidak hanya market share tapi juga mind share dari para pelanggan prospektif. Dalam penuturan yang sejalan, buku The Purple Cow dan The Big Moo dari Seth Godin meyakinkan kita untuk menjadi tidak sekedar biasa agar dapat diingat. Anda tentu tidak akan pernah lupa bila melihat sebuah sapi berwarna ungu dengan suara yang besar.

Di urutan terakhir, Power of Context melengkapi kedua bagian lainnya dengan penekanan bahwa sebuah perubahan besar juga dipicu dari kondisi dan situasi pada kurun waktu tertentu. Seseorang yang dimintai pendapatnya akan memiliki kesimpulan yang berbeda ketika diajukan secara pribadi atau ketika seseorang tersebut sedang bersama kelompoknya. Hal ini wajar karena ada kemungkinan pengaruh tekanan kelompok terhadapnya. Demikian juga halnya dengan sebuah ide atau gagasan untuk menyebar dan menjadi sebuah epidemi, tentu tidak terlepas dari faktor lingkungan yang menciptakan kondisi dan situasi tersebut. Sebuah cerita horor misalnya, bila disampaikan saat malam hari tentu dampaknya akan jauh berbeda dengan pagi atau siang hari. Hermawan Kartajaya dalam buku Marketing in Venus mengingatkan bahwa content is only basic, context is the winning formula. Tidak hanya pada what to offer tapi juga how to offer.

Dengan demikian sesungguhnya sebuah perubahan besar sangat berpotensi terjadi bila diikuti dengan pemahaman yang baik dari beberapa faktor yang disampaikan sebelumnya dan diikuti dengan mensiasati sebuah strategi dari pemikiran dasar tersebut. Bagaimana dengan Anda dan organisasi Anda, siap membuat perubahan besar?


Salam Transformasi!

Men Jung, MM
www.menjung.com  

Article is inspired by:
Tipping Point by Malcolm Gladwell